Pembinaan Karakter Peserta Didik Kelas X SMKN 1 Jenangan

Harapan para guru dan peserta didik untuk memulai Tahun 2021 dengan kegiatan belajar tatap muka dengan protokol kesehatan di sekolah sepertinya kandas di awal tahun tersebut. Pasalnya, berdasarkan data penyebaran Covid-19 dari Dinas Kesehatan, Kabupaten Ponorogo kembali menjadi Zona Merah Covid 19. Hal ini mendapatkan perhatian khusus dari SMKN 1 Jenangan, mengingat hasil pembelajaran daring yang telah dilaksanakan selama hampir satu tahun belum juga menunjukkan hasil yang signifikan. Sehubungan dengan fenomena ini, Bapak Fajar Riyanto selaku Waka Kesiswaan bersama Tim Tata Tertib SMKN 1 Jenangan  mendesain sebuah kegiatan pembinaan karakter untuk peserta didik kelas X dengan tajuk "Pendidikan Karakter Siswa dalam Menghadapi Pembelajaran Secara Daring di Masa Pandemi Covid-19"

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 8 - 23 Februari 2021 di dua tempat terpisah yaitu Masjid Al Janah dan Masjid Al Misbah SMKN 1 Jenangan. DUrasi pelaksanaan ini disusun untuk mengakomodasi seluruh kelas X. Kegiatan yang dilaksanakan dengan kolaborasi antara Kesiswaan dan Tatib ini melaksanakan kegiatan pembinaan karakter dengan dua unsur materi utama. Kedua unsur materi utama tersebut adalah pembinaan dari sisi agama yang disampaikan oleh MGMPS Pendidikan Agama dan Budi Pekerti SMKN 1 Jenangan dan, pembinaan kedisiplinan dan tanggung jawab, yang disampaikan oleh Tim Tata Tertib. Kegiatan ini diikuti oleh 22 kelas yang masuk secara bergantian dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Yang menarik dari kegiatan ini, menurut Ibu Brilliantina dari Tim Tata Tertib, adalah antusiasme peserta didik yang sangat tinggi karena memang mereka sangat rindu suasana sekolah. Sebagian besar dari mereka berharap pandemi segera berakhir dan mereka bisa belajar kembali di sekolah. Dari kegiatan ini, dapat dipotret beberapa kesulitan peserta didik dalam mengikuti kegiatan belajar daring, antara lain karena faktor ekonomi keluarga sehingga mereka tidak mampu menyediakan gawai dan jaringan yang memadai.

Panitia penyelenggara kegiatan berharap dengan dilaksanakannya pembinaan karakter peserta didik ini peserta didik akan bertambah motivasi belajarnya. Mereka juga diharapkan lebih sadar akan tanggung jawab sebagai peserta didik yang masih harus belajar dari rumah, melakukan kewajiban-kewajibannya. Tidak kalah penting, dengan didakannya pembinaan karakter ini peserta didik akan terhindar dari pergaulan yang tidak sehat. Peserta didik akan tetap menjadi insan berkualitas meskipun mereka masih haris belajar dari rumah. Dengan kegiatan ini kita semua sadar bahwa belajar itu tidak mengenal batas sekat dinding sekolah. Belajar bisa di mana saja. Semoga generasi ini akan tumbuh menjadi generasi tangguh dan kreatif. (wu)