Pondok Romadhon Virtual

Penyebaran Corona Virus Disease - 19 (COVID 19) memberikan dampak yang luar bisa terhadap stabilitas bangsa dan negara. Sektor pendidikan pun juga tak bisa lepas dari serangan wabah yang dimulai Februari lalu. SMK Negeri 1 Jenangan pun berusaha untuk menekan laju penyebaran virus yang sampai saat ini telah menjatuhkan jutaan korban di dunia. Usaha tersebut dilakukan dengan melaksanakan pembelajaran di rumah melalui kelas virtual yang bisa diakses oleh guru dan siswa. 

Pada bulan April ini, umat Islam memasuki bulan yang mulia, Bulan Ramadhan. Pondok Romadhon merupakan sebuah agenda rutin yang selalu dilaksanakan pada setiap bulan disaat Al Qur'an diturunkan ke langit dunia ini. Kegiatan Pondok Romadhon ini menitik beratkan pada pengembangan akhlak dan pemahaman tentang fiqih amalan Bulan Ramadhan. Pada tahun 1441 H ini, Pondok Romadhon di SMKN 1 Jenangan dilaksanakan dengan cara yang berbeda dan dikenal dengan Pondok Romadhon Virtual. Ya, virtual. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan melalui situs pembelajaran daring SMK Negeri 1 Jenangan mulai tanggal 29 April - 19 Mei 2020.

Pada kegiatan Pondok Romadhon Virtual ini, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Bambang Suwarno, S.T memberikan amanah kepada 8 orang guru terpilih untuk menjadi pemateri Pondok Romadhon. Bapak dan Ibu Guru pemateri ini mengunggah materi di situs pembelajaran daring sekolah. Materi-materi tersebut meliputi fiqih puasa, zakat fitrah, amalan-amalan ramadhan, zakat maal, dan puasa syawal.

Menurut Maylina, Tim Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti, kegiatan Pondok Ramadhan Virtual ini berjalan dengan lancar. Meskipun, pada awal kegiatan kemarin terjadi kendala pada aspek jaringan. Kendala tersebut terjadi karena situs pembelajaran daring tersebut diakses dalam waktu yang bersamaan oleh 1500 peserta didik kelas 10 dan 11. Banyak peserta didik yang belum bisa login. Namun, tim IT SMKN 1 Jenangan Ponorogo mampu mengatasi permasalahan ini dengan cepat.

Kegiatan Pondok Ramadhan Virtual ini diharapkan bisa mengendalikan kegiatan Ramadhan peserta didik. Meskipun harus melewatkan bulan Ramadhan dengan di rumah saja, Tim Pemateri juga berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak positif dan menambah pengetahuan peserta didik tentang fiqih Ramadhan. Belajar dan memperdalam makna Ramadhan secara mandiri dari rumah akan menumbuhkan semangat autonomous learning sekaligus kesadaran akan pentingnya pengetahuan tentang agama diatas pengetahuan duniawi. (wu)